Galungan Day

Saya mengucapkan Selamat Galungan dan Kuningan.
Momen ini dikenal dengan kemenangan dharma melawan adharma.
Banyak yang bertanya, darimana asal muasal kata Galungan?
Tidak banyak yang diketahui, dalam Bahasa Sunda berarti berperang, namun Parishada Hindu Dharma menetapkan sebagai otonan gumi atau hari dimana umat mengahturkan rasa syukur atas karunia yaitu dunia yang tercipta tempat kita berpijak.

Sebelum perayaan Galungan, dipercaya akan turun tiga bhuta yang akan mengganggu umat manusia dimana manusia diuji untuk berperang melawan mereka karena mereka dianggap sebagai simbol keletehan (kekotoran), memperjuangkan dharma untuk melawan adharma.

Berikut rangkaian Galungan:
1. Penyekeban (3 hari sebelum Galungan)
Pada hari ini umat harus waspada terhadap serangan Bhuta Galungan. Hari ini pula biasanya umat nyekeb (memasakkan) buah-buahan yang akan digunakan nanti di Galungan Day.
2. Penyajaan (2 hari sebelum Galungan)
Bhuta Dungulan mengunjungi umat, berhati-hati dan tetaplah waspada, umumnya umat akan membuat kue-kue pada hari ini sebagai sarana upacara.
3. Penampahan (1 hari sebelum Galungan)
Bhuta Amangkurat bermaksud menguasai bhuana agung dan bhuana alit, kewaspadaan lebih ditingkatkan, umat pada hari ini menyembelih hewan kurban, hari ini pula dibuatkan penjor, dimana penjor bermakna sebagai Gunung Agung atau kemakmuran, pada ujung penjor diberi hasil bumi agar melimpah, dan pada kakinya diberi sanggah untuk mebanten, maknanya memohon kelimpahan berkah kehadapan Tuhan.
4. Galungan Day
Kemenangan dharma melawan adharma. Pada saat ini umat akan ngancar ke pura-pura, sanggah dan merajan, tiada lain guna menghaturkan rasa syukur dan merayakan kemenangan melawan tiga bhuta di atas. Pada saat ini konon penjor harus digoyang 3 kali bermaksud memohon karunia.
5. Umanis Galungan
Hari yang digunakan untuk mengunjungi umat, sanak famili dan kerabat terdekat, agar terciptanya keharmonisan dalam kehidupan.

Galungan sebenarnya sudah berasa sejak Tumpek Uduh (Otonan Tumbuhan) dimana mantranya sangat unik yaitu memanggil kakek dan nenek agar pohon-pohon berbuah lebat sehingga ada yang bisa digunakan untuk sarana persembahyangan. Nged-nged.

Galungan kali ini juga bertepatan dengan Panca Wali Krama di Pura Besakih, ini merupakan karunia yang luar biasa, hehehe…
10 hari setelah Galungan, umat akan menyambut Kuningan, yaitu hari para leluhur, selama 10 hari itu, dipercaya para dewa turun ke dunia guna memberikan banyak anugrah kepada umatnya.