Milikku: Sinetron atau Movie?

Milikku

Itu punyaku
Tongkatku, kau menginginkan tongkatku?
Hehehe ketara dah, itu adalah cuplikan kecil dari percakapan yang terjadi di buku serial Harry Potter, tapi sering bingung, kenapa kata-kata ini sering dimiringkan, apakah berrati bahwa kita layak memiliki itu atau merasa paling pantas mendapatkan itu.

Oke hal itu sering saya tirukan
itu milikku, dengan desis pelan
hahahhaa…lucu juga
seolah-olah semua di dunia ini memang disediakan untuk saya

oke saya mau membicarakan satu hal yang agak tidak menyambung: sinetron
belakangan ini komputer saya sering rusak maka saya pun menyetel saluran tv yang biasanya sangat amat jarang saya sentuh dan apa yang saya temukan? benar saja: sinetron

aku harus membalas atas semua kekalahan ini
lihat saja, akan kurebut semua harta warisan keluarga ini

ekekek, si anatagonis mulai berbicara sendiri (monolog-red)
mulai menyelip nyelipkan matanya seakan melihat sesuatu di luar sana dengan bengis huhuhu…
sambil memukul mukul sesuatu kalo perlu agar kentara bahwa dia itu benar-benar jahat

versi baiknya:
ya Tuhan, cobaan apa yang telah kau berikan kepada hambamu ini *bercucuran air mata*
*ditampar digebok*, ya Tuhan kenapa semua ini terjadi kepadaku

hohohoh…seakan-akan semua yang terjadi padanya adalah kesalahan yang di atas, dengan mata yang mendayu-dayu dan ekspresi wajah yang tertekan seakan menanggung beban yang sangat berat serta pikiran-pikiran sempit yang dikira baik menunjukkan sisi kelemahan bahwa kebaikan akan lemah dan nantinya akan menjadi menang, memuakan…

dan anehnya orang baik dalam sinetron akan 100% baik tanpa kesalahan, hanya saja lemah tak melawan
dan yang jahat sangat bengis keji 100% dimana selalu meraung menekan si baik hingga nantinya sadar dan menamatkan sinetron yang panjang, huhuhu…

sinetron belakangan banyak siluman (bahkan hampir semua binatang pernah menjadi siluman) dan ada yang aneh, bercerita di luar negeri tapi seting masih di indonesia, percintaan dan pengorbanan, ibu tiri dan perebutan warisan, seperti jalan cerita gampang ditebak.

sadar tidak sadar akan teranyata hampir semua sinetron segitu-segitu saja, berputar-putar dan balik lagi ke asalnya, sebuah masalah kecil dibicarakan hampir beberapa episode dengan dialog dan monolog yang menjemukkan dimana tokoh utama yang punya masalah tapi nenek kakek cicit om tante semuanya ikut-ikutan seolah-olah membantu memecahkan masalah yang si tokoh hadapi, hua…

piuf seakan-akan saya menjadi pengamat sinetron hahaha…

tapi ternyata tidak, bukan hanya sinetron, movie2 yang bererdar luas di pasaran tidak jauh-jauh dari yang ada di tv, seharusnya mereka sadar: ini standar bioskop

kenapa film2 hantu yang makin banyak berkeliaran, film komedi yang konon membuat penontonnya naik darah karena gairah atau kemarahan ditambah cerita yang ikut-ikutan malah sampai kovernya diikuti-ikuti, huo…sangat disayangkan

bukti:http://suicunesoul.blogspot.com/2009/03/oh-my-what-shame-about-indonesia-movie.html

saya tidak bermaksud untuk mengkritik hanya saja saya ingin film2 seperti laskar pelangi atau sinetron semacam lorong waktu lebih banyak lagi atau muncul bahkan lebih baik lagi sehingga kita terpengaruhi oleh mental-mental yang baik dan menjadi semakin baik.

inget kata seseorang di facebook
tv saya perlu direparasi, koq isinya sinetron melulu

semangat semoga kita lebih kreatif