Menembus Ruang dan Waktu : Black Hole

Sebelumnya mari kita definisikan ruang dan waktu.

Menurut wikipedia, ruang memiliki konsep.
Konsep ruang telah telah menjadi perhatian banyak filsuf dan ilmuwan sepanjang sejarah manusia. Istilah ini digunakan secara berbeda dalam berbagai bidang kajian, seperti filsafat, matematika, astronomi, psikologi, dll, sehingga sulit untuk memberikan suatu definisi universal yang jelas dan tidak kontroversial tanpa memandang konteks yang sesuai. Terdapat pula ketidaksepahaman mengenai apakah ruang itu sendiri dapat diukur atau merupakan bagian dari sistem pengukuran. Ilmu sendiri menganggap bahwa ruang adalah suatu satuan fundamental, yaitu suatu satuan yang tak dapat didefinisikan oleh satuan lain.

Kalo menurutku ruang berekuvalensi terhadap dimensi.

Nah kalau waktu
Waktu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian.

Relativitas waktu
Tiap masyarakat memilki pandangan yang relatif berbeda tentang waktu yang mereka jalani. Sebagai contoh: masyarakat Barat melihat waktu sebagai sebuah garis lurus (linier). Konsep garis lurus tentang waktu diikuti dengan terbentuknya konsep tentang urutan kejadian. Dengan kata lain sejarah manusia dilihat sebagai sebuah proses perjalanan dalam sebuah garis waktu sejak zaman dulu, zaman sekarang dan zaman yang akan datang. Berbeda dengan masyarakat Barat, masysrakat Hindu melihat waktu sebagai sebuah siklus yang terus berulang tanpa akhir.

Untuk mengukur skala waktu yang berlangsung sangat cepat (di dalam dunia elektronika dan semikonduktor), kebanyakan orang menggunakan satuan mili detik (seperseribu detik), mikro detik (seper satu juta detik), nano detik (nanoseconds), piko detik (picoseconds), dst.

Dalam dunia fisika, dimensi waktu dan dimensi ruang (panjang, luas, dan volume) merupakan besaran pengukuran yang mendasar, selain juga berat masa dari suatu benda (time, length and mass). Gabungan dari waktu, ruang dan berat masa ini dapat dipakai untuk menceritakan dan menjelaskan misteri alam semesta secara kuantitatif (berdasarkan hasil pengukuran). Misalnya tenaga (energi) dinyatakan dalam satuan ukuran kg*(meter/detik)kwadrat atau yang sering kita kenal sebagai satuan watt*detik atau joule.

Einstein menemukan rumus ini E=MC^2
dimana energi dapat menjadi masa dan sebaliknya masa mampu menjadi energi dengan memiliki kecepatan cahaya (C)

Saya pertama tertarik dengan benda-benda angkasa dari sebuah video yang sangat luar biasa yang membandingkan masa dari benda2 langin. Bumi tampak sangat kecil dibanding matahari yang diameternya 2xlipat. Eh jangan salah, banyak yang lebih besar, Sirius misalnya, bintang yang lebih besar dari bintang yang menyinari kita matahari.

Dan yang terakhir yang ditemukan adalah WCHEPEI yang diameternya mencapai 288194xbumi. Sungguh sangat besar dan sangat besar, WOW!!!

Di langit ternyata banyak benda-benda langit yang bertebaran dan kemungkinan banyak tata surya seperti kita atau galaxi karena menurut penelitian terdapat begitu banyak galaxy di jagat raya dan salah satunya galaxy yang kita tempati Bima Sakti.

Bayangkan begini:
Saya berada di Singaraja, salah satu kota di Bali bagian Indonesia. Terletak di daerah khatulistiwa bumi dimana bumi merupakan bagian dari tata surya yang berpusat pada matahari sebagai bintang. Dan masih banyak bintang yang lain di dalam Bima Sakti. WOW!!! Berarti sangat kecilah kita.

Tapi kita tidak sangat kecil, karena ada yang lebih kecil. Di dalam tubuh terdapat sel dan sel terdiri atas atom. Atom tersusun atas neutron elektron dan proton, elektron mengandung quark yang berniliai positif dan negatif, wow!!! Semakin mengecil.

Tapi saya tidak membicarakan itu dulu
Saya tertarik dengan salah satu benda angkasa: Black Hole

salah satu black hole di bima sakti

salah satu black hole di bima sakti


Copy Paste Wikipedia
Lubang hitam (Black Hole) adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Medan gravitasi begitu kuat sehingga 8kecepatan lepas di dekatnya mendekati kecepatan cahaya. Tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata “hitam”. Istilah “lubang hitam” telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa, tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat kembali. Secara teoritis, lubang hitam dapat memliki ukuran apa pun, dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat diamati.

Teori adanya lubang hitam pertama kali diajukan pada abad ke-18 oleh John Michell and Pierre-Simon Laplace, selanjutnya dikembangkan oleh astronom Jerman bernama Karl Schwarzschild, pada tahun 1916, dengan berdasar pada teori relativitas umum dari Albert Einstein, dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking. Pada saat ini banyak astronom yang percaya bahwa hampir semua galaksi dialam semesta ini mengelilingi lubang hitam pada pusat galaksi.

Adalah John Archibald Wheeler pada tahun 1967 yang memberikan nama “Lubang Hitam” sehingga menjadi populer di dunia bahkan juga menjadi topik favorit para penulis fiksi ilmiah. Kita tidak dapat melihat lubang hitam akan tetapi kita bisa mendeteksi materi yang tertarik / tersedot ke arahnya. Dengan cara inilah, para astronom mempelajari dan mengidentifikasikan banyak lubang hitam di angkasa lewat observasi yang sangat hati-hati sehingga diperkirakan di angkasa dihiasi oleh jutaan lubang hitam.

Asal Mula Lubang Hitam
Lubang Hitam tercipta ketika suatu obyek tidak dapat bertahan dari kekuatan tekanan gaya gravitasinya sendiri. Banyak obyek (termasuk matahari dan bumi) tidak akan pernah menjadi lubang hitam. Tekanan gravitasi pada matahari dan bumi tidak mencukupi untuk melampaui kekuatan atom dan nuklir dalam dirinya yang sifatnya melawan tekanan gravitasi. Tetapi sebaliknya untuk obyek yang bermassa sangat besar, tekanan gravitasi-lah yang menang.

Pertumbuhannya
Massa dari lubang hitam terus bertambah dengan cara menangkap semua materi didekatnya. Semua materi tidak bisa lari dari jeratan lubang hitam jika melintas terlalu dekat. Jadi obyek yang tidak bisa menjaga jarak yang aman dari lubang hitam akan terhisap. Berlainan dengan reputasi yang disandangnya saat ini yang menyatakan bahwa lubang hitam dapat menghisap apa saja disekitarnya, lubang hitam tidak dapat menghisap material yang jaraknya sangat jauh dari dirinya. dia hanya bisa menarik materi yang lewat sangat dekat dengannya. Contoh : bayangkan matahari kita menjadi lubang hitam dengan massa yang sama. Kegelapan akan menyelimuti bumi dikarenakan tidak ada pancaran cahaya dari lubang hitam, tetapi bumi akan tetap mengelilingi lubang hitam itu dengan jarak dan kecepatan yang sama dengan saat ini dan tidak terhisap masuk kedalamnya. Bahaya akan mengancam hanya jika bumi kita berjarak 10 mil dari lubang hitam, dimana hal ini masih jauh dari kenyataan bahwa bumi berjarak 93 juta mil dari matahari. Lubang hitam juga dapat bertambah massanya dengan cara bertubrukan dengan lubang hitam yang lain sehingga menjadi satu lubang hitam yang lebih besar.

Referensi site: http://hubblesite.org/explore_astronomy/black_holes/

Dari situs di atas kita menemukan bahwa, waktu akan berhenti atau cenderung mundur jika kita terhisap ke dalam black hole. Kita juga seperti tersedot ke dalam black hole jika kita masuk ke sana. Karena gravitasi (efek menarik) black hole yang sangat besar. Jadi pengen tahu apakah di black hole itu terdapat dimensia ke 4 yang sampai sekarang masih dipertanyakan. Apakah di dalam black hole kita dapat menembus ruang dan waktu. Sayangnya jika kita masuk ke dalam black hole, kita tak dapat keluar untuk menceritakan apa yang terjadi, hehehe…