Kekuatan Sebuah Kata

Berhati-hatilah dengan mulutmu
Karena mulutmu, harimaumu

Begitu sebuah pepatah bijak memperingatkan kita untuk mengatur dan mengendalikan kata-kata yang akan dikeluarkan. Pernah saya dengar tentang kekuatan kata yang dapat mempengaruhi dunia. Tentu saja saya percaya, lihat saja kata-kata seorang presiden yang mempengaruhi sekian juta rakyatnya. Walaupun kita bukan presiden namun kata kita berpengaruh juga. Coba saja seseorang mengatakan a pada seseorang dan seseorang menyebarkan pada mereka dan mereka menyebarkan pada kami sehingga kita menjadi terpengaruh semua, bukankah ajaib hanya dengan sebuah kata. Kata atau ucapan juga diidentikan seperti sebuah anak panah yang telah lepas dari busur, tidak bisa ditarik kembali, hanya bisa dikoreksi.


Catatan tentang kata dalam sebuah kelas, saya banyak mendapatkan pencerahan

Hal yang belum diketahui, jangan dikomentari, jangan disebarkan
Hal ini berakibat pada tersebarnya fitnah dan gosip serta menjadi orang yang sok tau

Yang tidak disanggupi, jangan dibuatkan janji
Memperingatkan kita untuk menyadari kemampuan dan membuat kita bisa dipercaya

Berkata tidak lambat tidak cepat jelas dan bersih
Ini meminimalkan salah tafsir, salah tafsir menjadi tersesat

Yang tidak bersangkutan dengan diri kita, jangan diikutcampuri
Mencegah akan adanya gosip, seringkali kita senang membicarakan orang lain tanpa sadar akan diri kita

Saya teringat dengan seseorang yang salah tafsir dengan sebuah perkataan sehingga ia hidup dalam kata-kata tersebut sehingga ketika mengetahui maksud arti sebenarnya, ia kurang menerima. Ada juga karena kata-kata di forum seseorang menjadi saling bermusuhan, bahkan karena sebuah sms bisa menimbulkan malapetaka. Terjadi juga pada seseorang karena sebuah kata kehilangan kesempatan dan pekerjaan. Namun ada pula yang sebaliknya.

Kepercayaan seseorang juga membuat saya merasa karena memang terjadi. Ketika kita menyebut kata “sial” maka hal yang sama akan terus terjadi bertubi-tubi maka digantikan dengan kata “kurang beruntung” sehingga diharapkan keberuntngan menghapiri. Kata-kata itu bagaikan wish atau harapan yang selalu didengar terutama Yang Maha Kuasa. Jadi lebih baik kita memilih kata-kata yang baik sehingga kita akan selalu menjadi lebih baik.

Sehingga orang bijak berkata
Jangan bicarakan apa yang ingin dibicarakan
Tapi biacarakan apa yang harus dibicarakan

Sehingga memang lebih baik bicara seperlunya saja
Koreksi ini ditujukkan pada saya yang berharap lebih bisa mengontrol diri dalam mengucapkan sesuatu
Terimakasih atas waktu luangnya dan salam hangat