Science vs Pseudoscience

Judul ini diambil dari forumsains.com
http://www.forumsains.com/pseudo-science-dan-science-fiction/science-vs-pseudoscience/

null


Science (S) : The primary goal of science is to achieve a more complete and more unified understanding of the physical world.
Pseudosciences (P) : more likely to be driven by ideological, cultural, or commercial goals.
Sains (S) : Tujuan utaman sains adalah menemukan hal yang lebih lengkap dan menyatukan pandangan tentang fenomena-fenomena fisik.
Pseudosains (P) : Lebih cenderung dikendalikan oleh ideologi, tatanan budaya dan tujuan komersial.

S : Most scientific fields are the subjects of intense research which result in the continual expansion of knowledge in the discipline.
P : The field has evolved very little since it was first established. The small amount of research and experimentation that is carried out is generally done more to justify the belief than to extend it.
S : Sebagian besar bidang ilmu pengetahuan merupakan hasil dari suatu percobaan yang terus dikembangkan secara kontinue dan akurat.
P : Pengembangan yang tidak banyak berubah sejak pertama kali didirikan. Beberapa penelitian dan eksperimen dilakukan yang hanya bertujuan untuk meyakinkan keyakinan yang sudah ada.

 

S : Workers in the field commonly seek out counterexamples or findings that appear to be inconsistent with accepted theories.
P : In the pseudosciences, a challenge to accepted dogma is often considered a hostile act if not heresy, and leads to bitter disputes or even schisms.
S : Para peniliti biasanya mengambil subjek pembanding atau mencari sesuatu yang berseberangan dengan teori yang sudah ada.
P : Dalam pseudosains, menentang keberadaan dogma yang digunakan berarti menjalankan hal yang keliru dan dapat membawa kepada perselisihan bahkan perpecahan.

 

S : Observations or data that are not consistent with current scientific understanding, once shown to be credible, generate intense interest among scientists and stimulate additional studies.
P : Observations or data that are not consistent with established beliefs tend to be ignored or actively suppressed.
S : Observasi dan data yang tidak sesuai dengan pemahaman ilmiah saat ini, setelah layak dipercaya, menarik daya minat para ilmuwan untuk melakukan studi tambahan untuk mengembangkannya
P : Observasi dn data yang tidak sesuai dengan kepercayaan yang dianut cenderung diabaikan atau bahkan ditekan.

 

S : Science is a process in which each principle must be tested in the crucible of experience and remains subject to being questioned or rejected at any time.
P : The major tenets and principles of the field are often not falsifiable, and are unlikely ever to be altered or shown to be wrong.
S : Sains adalah proses dimana setiap asal harus diujicobakan dalam suatu percobaan eksperimen dan subyek yang diujicobakan akan menimbulkan pertanyaan atau ditolak kapan saja.
P : Asas-asas utama yang digunakan jarang dipertanyakan, tidak pernah diubah atau terbukti salah.

 

S : Scientific ideas and concepts must stand or fall on their own merits, based on existing knowledge and on evidence.
P : Pseudoscientific concepts tend to be shaped by individual egos and personalities, almost always by individuals who are not in contact with mainstream science. They often invoke authority (a famous name, for example) for support.
S : Ide dan konsep sains akan berdiri atau jatuh akibatnya sendiri, berdasarkan pengetahuan yang ada dan bukti
P : Konsep pseudosains cenderung dibentuk oleh ego seseorang serta kepribadiannya, hampir kebanyakan dari orang yang tidak menyentuh ilmu sesungguhnya. Mereka biasanya mengandalkan kekuasaan guna mendukunya (nama yang terkenal contohnya)

 

S : Scientific explanations must be stated in clear, unambigous terms.
P : Pseudoscientific explanations tend to be vague and ambiguous, often invoking scientific terms in dubious contexts.
S : Sains harus menjelaskan secara jelas tanpa ada sesuatu yang ambigu atau rancu
P : Pseudosains menjelaskan cenderung rancu dan ambigu, sering menggunakan istilah ilmiah dalam konteks yang meragukan

Source : hxxp://www.chem1.com/acad/sci/pseudosci.html