Om Swastyastu

Masyarakat Bali (Hindu khususnya) memiliki cara untuk saling menyapa, mereka mencakupan kedua tangan di dadanya dan berkata:


Om Swastyastu
Semoga segala kebaikan datang dari segala arah

Om Swastyastu berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari tiga kata: Om, Swasti dan astu. Om sebagai aksara suci sebutan atau panggilan Tuhan Yang Maha Esa dalam agama Hindu. Mengatakan Om yang berarti panggilan untuk doa menyembah dan memuji Tuhan. Dalam Bhagavad Gita mengatakan Om dinyatakan sebagai simbol untuk berdoa kepada Tuhan. Oleh karena itu katakanlah Om dengan sepenuh hati berarti bahwa kita berdoa kepada Tuhan, yang berarti Oh Tuhan.

Setelah mengucapkan Om, diikuti oleh kata Swasti. Dalam bahasa Sansekerta yang berarti aman, bahagia dan sejahtera. Dan astu berarti mudah-mudahan. Jadi Om Swastyastu berarti: Ya Tuhan, saya berharap semua yang baik (aman, bahagia dan sejahtera) datang dari segala arah.

Ini adalah bentuk penghormatan terhadap sesama manusia, dengan mengatakan bahwa harapan kita bertemu dalam perasaan dan pikiran yang baik dalam rangka untuk membangun hubungan yang harmonis.

Jika cakupan berada di mahkota kepala maka itu menunjukkan penghormatan kepada Tuhan, jika cakupan tangan antara dahi maka itu menunjukkan penghormatan kepada leluhur, jika cakupan tangan di depan dada maka menunjukkan rasa hormat kepada sesama manusia, jika cakupan di bawah tangan dan menghadap ke bawah maka itu menunjukkan terhadap makhluk lebih rendah dari manusia seperti binatang dan roh-roh lainnya (bhuta kala)

Om Swastyastu adalah salam yang tidak memilih waktu. Ia dapat diucapkan pagi, siang, sore dan malam. Harapannya, semoga salam Om Swastyastu dapat membawa keberuntungan untuk meraih karunia Tuhan dan memberikan keselamatan umat manusia.