Schrodinger’s Cat

Seorang ilmuwan bernama Schrodinger, memberikan sebuah sumbangan pertanyaan pada fisika kuantum, berikut ini saya akan bahas penemuannya terlebih dahulu kemudian biografi singkat sang pencetus, well beliau adalah salah satu tokoh inspirasi saya ^^



Percobaan Schrodinger’s Cat
Isi percobaannya adalah sebagai berikut:
“Kucing ini ditempatkan di boks tertutup bersama sebuah kapsul berisi racun sianida, dan sebuah pemicu yang aktif ketika satu isotop radioaktif menembakkan sebuah elektron. Peluangnya fifty-fifty. Apabila elektron mengenai tombol on, maka kapsul itu pecah, dan kucing mati. Kalau elektron tidak menyentuh pemicu itu, si kucing tetap hidup. Dalam waktu satu jam, baru akan ada pengamat yang membuka boks dan melihat hasilnya. Pertanyaannya, apa yang terjadi pada si kucing selama selama boks itu tidak dibuka?” (Supernova, Dee, h.157)

Inilah yang mereka sebut sebagai percobaan pikiran (tough experiment) artinya percobaan itu tidak benar2 terjadi tetapi membuat suatu pertanyaan besar terhadap kita semua, selama kucing itu di dalam box apakah kucing itu hidup atau mati sebelum kita melihatnya? Ini akan menimbulkan paradoks. Yup sepertinya Schrodinger menekankan pada pentingnya peran observator di sini. Jika kita menganggap diri kita itu kucing maka siapakan observator di atas kita? Atau mungkinkah ada dunia pararel?

Video ini mungkin akan sedikit membantu penjelasannya:


Sang Penanya: Erwin Schrodinger
Erwin Rudolf Josef Alexander Schrödinger (lahir di Wina, Austria-Hongaria, 12 Agustus 1887 – meninggal di Wina, Austria, 4 Januari 1961 pada umur 73 tahun) ialah fisikawan Austria. Ibunya berasal dari Inggris dan ayahnya berasal dari Austria. Ia memperoleh gelar doktor di kota itu di bawah bimbingan mantan murid Ludwig Boltzmann.

Selama Perang Dunia I, ia menjadi perwira artileri. Setelah perang ia mengajar di Zürich, Swiss. Di sana, ia menangkap pengertian Louis-Victor Pierre Raymond de Broglie yang menyatakan bahwa partikel yang bergerak memiliki sifat gelombang dan mengembangkan pengertian itu menjadi suatu teori yang terperinci dengan baik. Setelah ia menemukan persamaannya yang terkenal, ia dan ilmuwan lainnya memecahkan persamaan itu untuk berbagai masalah; di sini kuantisasi muncul secara alamiah, misalnya dalam masalah tali yang bergetar. Setahun sebelumnya Werner Karl Heisenberg telah mengemukakan formulasi mekanika kuantum, namun perumusannya agak sulit dipahami ilmuwan masa itu. Schrödinger memperlihatkan bahwa kedua formulasi itu setara secara matematis.

Schrödinger menggantikan Max Planck di Berlin pada 1927, namun pada 1933, ketika Nazi berkuasa, ia meninggalkan Jerman. Dalam tahun itu ia menerima Hadiah Nobel Fisika bersama dengan Dirac. Pada 1939 sampai 1956 ia bekerja di Institute for Advanced Study di Dublin, lalu kembali ke Austria.

Referensi: dari pelbagai sumber