Yang fana adalah waktu, Kita abadi

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:

memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga

sampai pada suatu hari

kita lupa untuk apa.

“Tapi,

yang fana adalah waktu, bukan?”

tanyamu. Kita abadi.

(yang fana adalah waktu, Sapardi Djoko Damono,1978)

Sebuah ungkapan penolakan terhadap ketidakabadian. Manusia dalam perjalanannya akan menemui hal2 yang menyenangkan disamping hal yang tidak menyenangkan tentunya, orang2 yang disayangi, teman2, pemandangan, hewan peliharaan, kendaraan, kejeniusan, mata hidung yang bagus, semua membuat kita terlena terhadap kehidupan ini, dimana kenyataannya semua hal itu tidak abadi, suatu hari akan lenyap. Pengalaman saya merenungi ini semua membuat perasaan bercampur aduk, suatu hari teman2 saya meninggalkan saya, suatu hari orang tua saya akan pergi meninggalkan saya, suatu hari kekasih saya pergi, suatu hari saya wajah ini kepintaran ini kaki tangan ini pun lenyap, dan sedih nya bukan main benar2 membuat menangis, saya tidak mau tidak mau hal ini pergi tapi inilah kenyataannya bahwa semua yang ada berlangsung kemudian lenyap. Aku menyayangi kalian semua :)